SEKUNTUM
MAWAR MERAH
Pagi yang
cerah menyinari suasana di hari ini. Hari ini adalah hari pertama masuk
sekolah. Di sekolah SMAN 1 HARAPAN BANGSA terdapat dua (2) grup. Grup itu
adalah JERRY dan TOM. Personil JERRY yaitu Citra, Putri, dan Amel. Adapun
personil TOM yaitu Rangga, Radit, dan Kelvin.
“
Hai, Putri ! “, sapa Citra.
“
Hai, juga ! “, jawab Putri.
“ Btw, Amel kemana yah ? “.
“ Hmm….,
enggak tahu nih. Mungkin belum dating kali “.
“
Ea juga yah “.
Beberapa
menit Putri berbincang-bincang dengan Citra. Tiba-tiba Amel menghampirinya.
“
Hai, teman-teman ! “, sapa Amel.
“ Hai, juga Mel ! “, jawab Putri
dan Citra serentak.
“ Eh, hari ini adalah hari pertama kita masuk
sekolah kan ?. Ada enggak yang kangen
sama aku ? “.
“ Ea nih,
aku kangen sama kalian semua “, jawab Citra.
Beberapa
menit mereka berbincang-bincang di depan kelas. Grup TOM masuk ke lingkungan
sekolah dengan memakai kendaraan bermotor.
“ Tumben, kita enggak barengan
datangnya dengan grup JERRY “, kata Rangga.
“ Ea, tumben-tumbenan yah “,
jawab Radit.
Lonceng berbunyi pertanda upacara akan
dilaksanakan. Semua siswa bergegas ke lapangan mengikuti upacara bendera pada
pagi hari ini. Beberapa menit upacara berlangsung, semua siswa masuk ke ruang
kelas masing-masing.
“ Eh, Kelvin kemana yah ?, kok
enggak nongol-nongol ”, Tanya Rangga.
“ Pantesan enggak nongol-nongol,
dia dihukum sama guru BP “, jawab Radit.
“
Waduuchh.., Kelvin dihukum. Emangnya kenapa ? “.
“
Biasa, terlambat “.
“
Ooocchh…. “.
Pada jam pelajaran pertama dimulai,
ibu guru Tamara masuk ke kelas X.B. Ia mengajarkan materi BHS. INDONESIA.
“ Pagi, anak-anak ! “, sapa ibu
Tamara.
“
Pagi, bu ! “, jawab siswa.
“ Pertemuan kali ini kita
belajar menulis puisi “.
Ibu
Tamara menjelaskan materi pembahasan PUISI. Keadaan kelas sangat asyik dan
menyenangkan. Bel istirahat sudah berbunyi, semua siswa keluar dari ruangannya.
Grup
JERRY dan TOM ke kantin. Mereka pergi ke kantin yang sama.
“ Ibu, aku pesannya mie rebus +
telur yah “, kata Citra.
“ Eh, aku juga bu pesannya begitu “, kata Putri dan Amel serentak.
Sementara
JERRY lagi keasyikan makan, tiba-tiba grup TOM menghampirinya.
“ Hai,
Cantik ! “, sapa Radit sambil ngerayu Amel.
“ Hmm..,
hai juga ! “, jawab Amel dengan ekspresi cuek.
“ Kok kamu jawabnya begitu sih ke
aku “.
“
Oocchhh.., tidak “.
“ Eh Mel, aku dan Putri ke luar
sebentar “, kata Citra.
“ Ea, tapi jangan lama-lama yah.
Aku enggak mau sendirian di sini sama grup TOM ini, terutama sama Radit “.
“ Ok deh Mel “.
Setelah itu, Citra dan putri
ninggalin Amel bersama TOM.
“ Hmm, aku boleh nanya enggak ?
”, Tanya Rangga.
“ Boleh, nanya apaan ? “, jawab
Amel dengan penasaran.
“ Begini Mel, Citra uda punya
pacar apa belum ? “.
“ Emangnya kenapa ? “.
“ Sebenarnya aku suka sama dia,
jadi kalau Citra belum punya pacar boleh kan kamu urus dengan aku,
sebab
aku malu mengungkapinya sama dia “.
“ Oocchh.., beres deh kalau begitu “.
“ Thanks Mel “.
“ You’r welcome “.
Setelah Amel dan Rangga
berbincang-bincang, Citra dan Putri kembali ke kantin.
“ Hem.., apa tuh yang diomongin
barusan ? “, Tanya Citra.
“ Tidak. Cuma ngobrol aja “,
jawab Amel.
“ Oocchh, kirain ada hal penting
yang dibicarakan “.
“ Hemhem ! “, sahut Radit dan
Kelvin.
Driiinnnkkk !!! Bel masuk telah
tiba, semua siswa masuk ke kelas.
“ Eh Cit, aku boleh nanya enggak
? “, Tanya Amel.
“ Boleh, nanya apa ? ”, jawab
Citra.
“ Kamu uda punya pacar belum nih ? “.
“ Jujur yah, aku itu jomblo “.
“ Wah, kebetulan banget Cit,
kamu mau tidak punya gebetan ?. Mumpung ada yang naksir nih. Hehehe….. ! “.
“ Waduuchh, siapa coba yang
naksir sama aku, kan aku orangnya pemilih “.
“ Ada deh ! “.
“ Hem…, siapa Mel ? “, Tanya
Citra dengan ekspresi penasaran.
“ Ntar kamu tahu juga, yang
penting kamu mau kan ? “.
“ Kita lihat saja dulu nanti,
diterima atau enggak “.
“ Ok deh ! “.
Citra dan Amel keasyikan
ngobrol, Putri ikut juga diobrolan itu.
“ Ciieee…, ada yang baru nih “,
kata Putri.
“ Baru apanya Put ? “, jawab
Citra.
“ Itu muka
kamu merah-merah “, jawab Putri sambil ngeledekin Citra.
“ Iiicchhh, Putri ngeledek yah
“.
“ Tidak. Nyatanya begitu kok “.
“ Hemm…, “, kata Amel.
Citra, Amel, dan Putri keasyikan
ngobrol, grup TOM ngobrol juga di sisi kelas.
“ Oea Rang, siapa sih yang kamu
naksir di kelas ini ? “, Tanya kelvin.
“ Ea nih, siapa Rang ? ”, Tanya
Radit dengan penasaran.
“ Hemm, mau tahu ?”.
“ Pasti donk ! “, kata Kelvin
dan Radit.
“ Yang saya naksir adalahhhhh….
“.
“ Siapa ? “, kata Kelvin dan Radit
serentak dengan ekspresi penasaran.
“ CITRA “.
“ Apaaa, Citra. Apa kamu enggak
salah Rang “, jawab radit dan Kelvin dengan wajah heran.
“ Ia, aku beneran sob “.
“ Kalau itu menurutmu baik, kita
dukung kamu kok “, kata Radit.
“ Ea, kita pasti dukung kamu “,
kata Kelvin.
“ Makasih yah teman-teman.
Apapun saya lakukan, kamu akan dukung. Aku bangga dengan kalian “.
“ Hemhem.., TOM gitu ! “, kata
Kelvin.
“ Oea Rang, apa kamu uda
ungkapin perasaan kamu ke Citra ? “, Tanya Radit.
“ Belum nih, aku malu
ungkapinnya “.
“ Kok bisa sih ? “
“ Ntar aku enggak diterima lagi
sama Citra “.
“ Wah, itu resiko Rang. Namanya
juga seorang cowok yang harus terima apapun resiko yang sudah keluar “.
Driinnkkk….driinnkkk….driinnkkk
!!! Bel pulang sudah berbunyi. Grup JERRY dan TOM pulang bareng - bareng.
Sesampai di rumah, Amel nelfon Citra.
“
Hallo, Cit !, sapa Amel.
“ Hallo juga. BTW ada apa yah Mel ? “, Tanya
Citra.
“ Aku mau beritahu bahwa salah
satu personil TOM ada yang naksir sama kamu “.
“
Wow, siapa Merl ? “.
“
Hem, jangan kaget yah ! “.
“
Ea, cepat dong beritahu aku ! “.
“
Dia itu adalaaahhhh RANGGA “.
“
Apa, Rangga suka dengan aku “.
“ Iya, Rangga suka sama kamu.
Apa kamu mau nerima Dia sebagai pacar kamu ? “
’’ Hemm…kenapa ia nggak langsung
sama aku aja, kan lebih romantis. Hehehehehe… “.
“ Ciee . . , aku tau maksud dari
kata kata kamu itu. Kamu maukan terima rangga jadi sebagai pacar kamu “.
“ Kok tahu? “
“ Because dari kata – katamu itu “.
“ Masa
sich “.
“Ckckck!!!, (sambil
hayalin rangga) “.
Esok hari
telah tiba, siswa SMAN 1 HARAPAN BANGSA kembali masuk sekolah. Grup JERRY dan
TOM bertemu di halaman sekolah.
“
Pagi JERRY ! ”, sapa TOM
“ Hmmm, pagi juga ! “, jawab
JERRY.
“ Pagi ini kok Citra berbeda
dari hari yang biasanya ”, kata Kelvin.
“ Ahh tidak. Aku malas ngomong
saja “, kata Citra.
“Tetapi,
kenapa kamu senyum-senyum begitu “.
“ Hemm…, yah begitu deh. Hehe “.
Kelvin dan Citra keasyikan ngobrol,
Rangga malah salah tingkah dilihat terus oleh Citra. Teman – teman lainnya
saling mengejek Rangga. Disaat itulah Putri keceplosan ngomongnya.
“ Wah.., Rangga dan Citra saling
berbicara lewat hati ke hati nih “, kata Putri.
“ Putri “, sahut Citra dan rangga serentak
(wajah yang kesal).
“
Waduh, keceplosan. Maaf yah “.
“
Hummpp “.
Tatapan
Radit berbeda melihat Citra dan Rangga.
“ Hemm, ada yang happy nih “, sahut Radit.
“ Siapa yang kamu maksud Dit ?
“, tanya Amel.
“ Siapa lagi kalau bukan Rangga
dan Citra “.
“ Oh. Emangnya ada apa dengan mereka ?, kamu enggak
suka melihat dia “.
“ Begitu deh “.
“ What. Jangan- jangan kamu naksir juga sama Citra ? “.
“ Kayaknya sih begitu Put “.
“ Jadi enggak beres nih
ceritanya “.
“ Maaf yah. Aku tiba-tiba jatuh
cinta ama Citra “.
“ Terserah kamu deh “.
Driinkkk….driinnkk…..driinkkk
!!! Bel pulang berteriak. Semua siswa diharapkan pulang ke rumah masing-masing,
karena hari ini pelajaran tidak berlangsung seperti biasa.
“ Cit, ternyata Radit suka sama
kamu “, kata Amel.
“
What “, jawab Citra dengan kaget.
“ Iya, Radit suka sama kamu.
Waktu di halaman sekolah dia cerita semuanya ke aku “.
“
Jadi bagaimana dong Mel ? “.
“ Begini saja, siapa sih yang
kamu suka diantara Rangga dan Kelvin ?“.
“
Aku pasti pilih Rangga Mel “.
“ Terus bagaimana dengan
Kelvin?”.
“ Aku enggak tahu. Aku pusing “.
Hari
demi hari telah berlalu. Radit juga mau mengungkapkan langsung perasaannya
kepada Citra.
“ Cit, kamu sudah punya pacar
belum ?”, Tanya Radit.
“
Belum “, jawab Citra.
“ Kamu mau enggak jadi pacar
aku?”.
“ Sorry banget, aku enggak bisa Dit”.
“ Emangnya kenapa Cit ? “.
“ Aku cuma suka sama teman kamu,
yaitu Rangga “.
“ Oh, kamu suka sama dia. Aku
rela kok kamu suka sama Rangga, yang pastinya aku sudah mengungkapkan perasaan
aku sama kamu “.
“ Hmm…, makasih Dit. Kamu sudah
merelakan aku dengan Rangga “.
“ Ea, sama-sama Cit “.
Disamping
Citra dan Radit mengobrol, disitu juga Rangga mengungkapkan perasaannya kepada
Citra.
“ Cit, kamu mau enggak sama
aku?, perasaan ini sudah lama aku pendam loh “, kata Rangga.
“ Wah, aku mau banget. Aku juga
suka sama kamu “, jawab Citra.
“ Jadi, kamu mau nerima aku
sebagai pacar kamu ? ”.
“ Iya Rang, aku mau “.
“ Makasih Cit, kamu mau nerima
aku sebagai pacar kamu “.
Esok
hari telah tiba, grup JERRY dan TOM ketemuan di suatu tempat. Mereka
bersenang-senang atas keceriaan Citra dan Rangga. Disaat itulah mereka
merayakan kebersamaan itu dengan suka ria.
i
|
Bagi yang
berminat baca, aku sangat Happy loh. Setelah nantinya teman-teman baca,
apabila ada kalimat yang kurang bagus aku butuh saran dan kritikannya yah.
Kritik dan sarannya itu dapat membangun motivasi cara belajar saya, sehingga
masih perlu ditingkatkan.
Jadi, jangan
pernah lewatkan CERPEN aku untuk dibaca.
OK teman-teman !!!! *_*
SELAMAT MEMBACA !!!!
Description: Cerpen Sekuntum Mawar Merah
Reviewer: Unknown
Rating: 4.0
ItemReviewed: Cerpen Sekuntum Mawar Merah
Reviewer: Unknown
Rating: 4.0
ItemReviewed: Cerpen Sekuntum Mawar Merah
No comments: