KELUAR MENUJU MUSHALLA
Dari Abu Said Al Khudri Radliallahu 'anhu, ia berkata :
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam biasa keluar
menuju mushalla (tanah lapang) pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, maka pertama
kali yang beliau lakukan adalah shalat ..." (Hadits Riwayat Bukhari 956, Muslim 889 dan An-Nasaa'i 3/187)
Berkata Al-Alamah Ibnul Hajj Al Maliki :
"Sunnah yang telah berlangsung dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri
dan Idul Adha adalah di mushalla (tanah lapang), karena Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda :
"Artinya : Shalat di masjidku ini (masjid Nabawi -pen) lebih utama
dari seribu shalat yang dilaksanakan di masjid lainnya kecuali masjid
Al-Harram". (Hadits
Riwayat Bukhari 1190 dan Muslim 1394)
Kemudian, walaupun ada keutamaan yang besar seperti ini, beliau
Shallallahu 'alaihi wa sallam tetap keluar ke mushalla (tanah lapang) dan
meninggalkan masjidnya. (Al-Madkhal 2/283).
Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi menyatakan, (Al-Mughni 2/229-230) :
"Sunnah untuk melaksanakan shalat Id di tanah lapang, Ali
Radliallahu 'anhu memerintahkan yang demikian dan dianggap baik oleh Al-Auza'i
dan Ashabur Ra'yi. Inilah ucapan Ibnul Mundzir.1
Siapa yang tidak mampu untuk keluar ke tanah lapang karena sakit atau
umur tua, boleh shalat di masjid dan tidak ada dosa baginya Insya Allah.
(Al-Mughni 2/229-230).
Di sini harus diberikan peringatan bahwa tujuan dari pelaksanaan
Shalat Id di tanah lapang adalah agar terkumpul kaum muslimin dalam jumlah yang
besar di satu tempat.
Namun yang kita lihat pada hari ini di banyak negeri berbilangannya
mushalla (tanah lapang yang digunakan untuk shalat Id) meski tidak ada
kebutuhan. Ini merupakan perkara makruh yang telah diperingatkan oleh ulama.
(Lihat Nihayah Al Muhtaj 2/375 oleh Ar-Ramli).
Bahkan sebagian mushalla telah menjadi mimbar-mimbar hizbiyyah untuk
memecah belah persatuan kaum muslimin.
Tiada daya upaya kecuali dengan pertolongan Allah.
Mengambil Jalan Yang Berlainan Ketika Pergi dan Kembali Dari Mushalla
Dari Jabir bin Abdillah Radliallahu 'anhu, ia berkata :
"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari raya biasa
mengambil jalan yang berlainan (ketika pergi dan ketika kembali dari
mushalla-pen)" (Hadits
Riwayat Bukhari 986).
Berkata Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah :
"Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam biasa mengambil jalan yang
berbeda pada hari raya. Beliau pergi ke mushalla melewati satu jalan dan
kembali dengan melewati jalan lain. Ada
yang mengatakan bahwa hikmahnya adalah agar beliau dapat memberi salam kepada
orang-orang yang berada di dua jalan itu. Ada
yang mengatakan : Agar mendapatkan barakahnya dua jalan yang berbeda. Ada pula yang mengatakan
: Agar beliau dapat memenuhi hajat orang yang butuh pada beliau di dua jalan
itu. Ada pula
yang mengatakan tujuannya agar dapat menampakkan syi'ar Islam .... Dan ada yang
mengatakan -inilah yang paling benar- : Beliau melakukan perbuatan itu untuk
semua tujuan tersebut dan hikmah-hikmah lain yang memang perbuatan beliau
Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak kosong dari hikmah". (Zadul Ma'ad
1/449).
Imam Nawawi rahimahullah setelah menyebutkan perkataan-perkataan di
atas, beliau mengomentari : " Kalau pun tidak diketahui apa sebabnya
beliau mengambil jalan yang berbeda, disunahkan untuk meneladaninya secara
pasti, wallahu a'lam". (Raudlatuh Thalibin 2/77). Lihat ucapan Imam
Al-Baghawi dalam "Syarhus Sunnah" (4/314).
Dua Peringatan :
Pertama.
Berkata Al-Baghawi dalam "Syarhus Sunnah" (4/302-303) :
"Disunnahkan agar manusia berpagi-pagi (bersegera) ke mushalla (tanah
lapang) setelah melaksanakan shalat shubuh untuk mengambil tempat duduk mereka
dan mengumandangkan takbir. Sedangkan keluarnya imam adalah pada waktu akan
ditunaikannya shalat".
Kedua.
At-Tirmidzi meriwayatkan (530) dan Ibnu Majah (161) dari Ali Radliallahu
'anhu bahwa ia berkata : "Termasuk sunnah untuk keluar menunaikan shalat
Id dengan jalan kaki". (Dihasankan oleh Syaikh kami Al-Albani dalam
"Shahih Sunan Tirmidzi").
Description: KELUAR MENUJU MUSHALLA
Reviewer: Unknown
Rating: 4.0
ItemReviewed: KELUAR MENUJU MUSHALLA
Reviewer: Unknown
Rating: 4.0
ItemReviewed: KELUAR MENUJU MUSHALLA
No comments: